
Merry Tjong Nahkodai Baguna PDI Perjuangan Babel: Saatnya Kerja Nyata, Bukan Sekadar Seremoni
PANGKALPINANG.BorgolKriminal.com. Panggung politik tak selalu berbicara soal perebutan kekuasaan. Di tengah dinamika partai yang kerap diwarnai manuver dan strategi elektoral, muncul satu pesan yang terdengar lebih membumi: kemanusiaan harus berada di garis depan. Pesan itu menguat ketika Merry Tjong resmi dilantik sebagai Ketua DPD Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) PDI Perjuangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Pelantikan yang dilakukan oleh Didit Srigusjaya di Kantor DPD PDI Perjuangan Babel, Sabtu (13/6), bukan sekadar agenda rutin organisasi. Momentum itu menjadi penanda dimulainya babak baru bagi Baguna untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat, terutama ketika bencana, musibah, dan persoalan sosial menghantam kehidupan warga.
Dalam pidatonya, Merry menegaskan bahwa jabatan yang kini diembannya bukanlah simbol kehormatan semata. Menurutnya, posisi tersebut merupakan amanah besar yang menuntut kerja nyata dan pengabdian tanpa pamrih.
> “Ini bukan sekadar jabatan struktural. Ini adalah tanggung jawab kemanusiaan yang harus dijalankan dengan hati, kerja nyata, dan keberpihakan kepada masyarakat,” tegas Merry.
Pernyataan itu menjadi sinyal kuat bahwa Baguna tidak boleh terjebak menjadi organisasi yang hanya aktif saat kamera menyala atau ketika agenda seremonial berlangsung. Di tengah meningkatnya tantangan kebencanaan, perubahan iklim, hingga persoalan sosial yang semakin kompleks, masyarakat membutuhkan kehadiran organisasi yang bergerak cepat, tepat, dan nyata.
Pelantikan Merry juga dibaca sebagai langkah strategis dalam memperkuat wajah kemanusiaan PDI Perjuangan di Bangka Belitung. Baguna selama ini dikenal sebagai ujung tombak partai dalam berbagai aksi sosial, mulai dari penanganan bencana, bantuan kemanusiaan, hingga kegiatan pelayanan masyarakat.
Secara tidak langsung, amanah yang kini berada di pundak Merry menjadi ujian kepemimpinan sekaligus pembuktian bahwa Baguna mampu menjadi kekuatan sosial yang responsif dan hadir di tengah rakyat ketika negara maupun lembaga lain belum sepenuhnya menjangkau kebutuhan masyarakat.
Sementara itu, Didit Srigusjaya menegaskan bahwa penguatan badan dan sayap partai merupakan bagian penting dari konsolidasi organisasi. Menurutnya, seluruh elemen partai harus mampu bergerak seirama dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Didit mengingatkan bahwa keberadaan Baguna bukan hanya untuk melengkapi struktur organisasi, melainkan menjadi garda terdepan dalam misi kemanusiaan.
> “Baguna harus hadir di tengah masyarakat, terutama ketika masyarakat membutuhkan bantuan dan kepedulian,” ujar Didit.
Sorotan kini tertuju kepada Merry Tjong. Publik tentu tidak hanya menunggu program di atas kertas, tetapi juga langkah konkret di lapangan. Tantangan ke depan tidak ringan. Bangka Belitung merupakan daerah yang memiliki kerentanan terhadap berbagai persoalan lingkungan, cuaca ekstrem, hingga dampak sosial ekonomi yang membutuhkan perhatian serius.
Karena itu, pelantikan ini bukan garis akhir, melainkan titik awal. Bukan tentang siapa yang dilantik, tetapi sejauh mana amanah itu mampu diterjemahkan menjadi tindakan nyata.
Di tengah kerasnya kehidupan masyarakat dan berbagai persoalan yang terus bermunculan, satu hal yang paling dinanti adalah aksi. Sebab dalam urusan kemanusiaan, rakyat tidak membutuhkan banyak janji. Rakyat membutuhkan kehadiran, kepedulian, dan kerja nyata.
Kini, tongkat komando Baguna Babel berada di tangan Merry Tjong. Waktu akan menjawab apakah amanah itu menjadi sekadar jabatan, atau berubah menjadi gerakan kemanusiaan yang benar-benar berdampak bagi masyarakat Bangka Belitung.
Tinggalkan Balasan