SEJARAH SEKOLAH CHUNGHUA SCHOOL MENTOK,BY DATO AKHMAD ELVIAN DPMP CECH

Chung Hwa Xue Xiao Mentok
Eks. Sekolah Cung Hwa Mentok
Oleh Dato’ Akhmad Elvian, DPMP, CECH Sejarawan dan Budayawan Penerima Anugerah Kebudayaan Indonesia.
Chung Hwa Xue Xiao Mentok
Eks. Sekolah Cung Hwa Mentok
(Zhonghua Xuexiao/ Chung Hwa Xue Xiao) 中華學校 (Pinyin : Zhong Hua Xue Xiao, Hakka: Cung Hwa Hok Kao) Mentok atau Chung Hwa School adalah sekolah Tionghoa modern pertama di Mentok dan pulau Bangka yang didirikan oleh Tiong Hoa Hwe Koan (THHK) berkonsep pendidikan Tionghoa modern dengan pengaruh Eropa. Penggagas sekolah Tionghoa modern di Mentok adalah Luitenant Lim A Pat, seorang pengusaha dan agen penyediaan tenaga kerja dari Tiongkok dan anggota THHK di Batavia.
Pada 8 September 1906 Luitenant Lim A Pat mengkabarkan, bahwa di Mentok akan didirikan satu perkumpulan buat mendirikan sekolah Tiong Hoa Hwe Koan yang pengurusnya sudah dipilih. Setelah di Mentok, sekolah Sekolah Cung Hwa yang dikelola oleh THHK berdiri di Pangkalpinang pada tanggal 27 Mei 1907 oleh Kapitan Lay Nam Sen, selanjutnya di Belinyu pada tanggal 18 juni 1908 oleh Kapitan Tjen Ton Long. Kemudian berdiri juga Sekolah Cung Hwa di Sungailiat pada tanggal 07 September 1910 oleh Bong Kap Njan dan selanjutnya di Toboali pada tanggal 27 November 1912 oleh Bong Kit Siong.
Pada tahun 1913 Luitentant Lim A Pat mengundurkan diri dari jabatannya dan diangkat menjadi Kapitein tituler. Pada tahun 1918 Kapitein Lim A Pat terpilih menjadi anggota Volksraad mewakili kelompok minoritas orang-orang Cina.
Eks. Sekolah Cung Hwa (Zhonghua Xuexiao/ Chung Hwa Xue Xiao) di Mentok menurut penuturan alumninya terdapat 3 jenjang pendidikan, yaitu pendidikan pra sekolah / Taman Kanak-kanak yang lokasinya berada di aula Kelenteng Kong Fuk Miau, kemudian jenjang sekolah dasar yang lokasinya berada di Jalan/Weg Tanjung III dan terakhir jenjang sekolah menengah lanjutan yang lokasinya berada di kompleks perumahan Kapitein Lim A Pat atau di jalan utama (Hoofdweg).
Menurut Tjoa Tjeng Le (87 tahun) yang tinggal di seberang gedung Eks. Sekolah Cung Hwa Mentok, Gedung sekolahnya didirikan di depan rumahnya difungsikan sebagai jenjang sekolah pendidikan dasar. Jumlah murid Sekolah Cung Hwa Mentok mencapai 200 hingga 300 peserta didik. Mata pelajaran yang diajarkan di Sekolah Cung Hwa Mentok antara lain Bahasa Mandarin, Bahasa Indonesia (membaca huruf latin), pengobatan, berhitung dan sempoa. Siswa Cung Hwa Mentok yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang menengah atas harus bersekolah di Pangkalpinang. Beberapa siswa yang berprestasi akademis akan mendapat beasiswa untuk melanjutkan ke jenjang lebih tinggi di Pangkalpinang bahkan dikuliahkan ke Tiongkok.
Para Guru Cung Hwa pada awalnya didatangkan langsung dari Tiongkok. Seiring waktu beberapa guru merupakan keturunan Tionghoa (peranakan) lokal di Mentok. Pergolakan politik di Tiongkok sekitar tahun 1920an menyebabkan Sekolah Cung Hwa di Bangka sempat menjadi alat pergerakan politik, beberapa guru yang dianggap terlalu vokal membicarakan politik diberhentikan.
Sekolah Cung Hwa di Mentok terus beroperasi sebagai sekolah favorit orang Tionghoa pada masa itu. Pentingnya arti pendidikan bagi masyarakat Tionghoa pada saat itu, hampir semua anak orang Tionghoa wajib bersekolah. Tjoa Tjeng Le juga menceritakan, jika tidak mau sekolah anak atau remaja Tionghoa dipaksa bekerja sebagai kuli angkut. Saat itu, dalam kondisi ekonomi yang sulitpun, orang Tionghoa pasti menyekolahkan anaknya di Cung Hwa.
Sekolah Cung Hwa sempat terhenti operasionalnya pada tahun 1943 saat Jepang menguasai Kota Mentok. Pada tahun 1946 Sekolah Cung Hwa beroperasi kembali. Sekolah Cung Hwa Mentok pada tahun 1965 ditutup karena alasan ideologi politik karena dianggap sebagai bagian dari sekolah Republik Rakyat Cina. Pasca tahun 1965 gedung Eks. Sekolah Cung Hwa dimanfaatkan oleh yayasan Bina Bangsa Mentok sebagai gedung sekolah untuk siswa SLTA yang dikenal orang Mentok sebagai SMA Bawah yang beroperasional pada sore hari.
Selanjutnya sekitar tahun 1990an gedung Eks. Sekolah Cung Hwa Mentok diambil alih oleh yayasan Tulus Bhakti yang juga mengelola kelenteng Kong Fuk Miau Mentok dan gedung Eks. Sekolah Cung Hwa Mentok dimanfaatkannya sebagai rumah sarang burung walet.
Pada tahun 2013 Gedung ini didaftarkan sebagai AMBA/C atau Asset Milik Bangsa Asing/Cina, yang berada di bawah Departemen Keuangan Republik Indonesia. Kepemilikan gedung dan tanah sempat menjadi sengketa antara Pemerintah Republik Indonesia dengan pemilik yayasan Tulus Bhakti. Setelah melalui beberapa pesidangan maka pada tahun 2019, bangunan Eks. Sekolah Cung Hwa ditetapkan Pemerintah Republik Indonesia sebagai aset Departemen Keuangan Republik Indonesia dan diserahkan kepada pemerintah Kabupaten Bangka Barat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top