Lubang hitam barcode my Pertamina Kuota Dijebol ‘Setan Digital’ di SPBU Belinyu, Korban Siap Seret ke Kapolda Babel

 

Belinyu, Bangka.Borgolkriminal.com.Misteri menguapnya jatah Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Solar di Kepulauan Bangka Belitung kian tersingkap tajam. Sebuah praktik penyalahgunaan sistem digitalisasi QR code milik Pertamina mendadak membentur tembok keras pemilik kendaraan sah mendapati kuota solarnya telah “disedot hantu” sebelum nozzle dispenser menyentuh tangki mobil mereka.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, insiden mengejutkan ini menimpa pemilik kendaraan truk bernomor polisi BN 8887 PQ. Saat hendak melakukan pengisian bahan bakar rutin di SPBU 24.332.132 yang berlokasi di Jalan Raya Belinyu-Sungailiat, Desa Gunung Muda, Kabupaten Bangka, petugas operator mengabarkan bahwa kuota harian mobil tersebut telah habis tak bersisa.

Berdasarkan rekaman data digital pada sistem EDC Pertamina tertanggal 5 Agustus 2026 pukul 10:14 WIB, kendaraan truk merah tersebut tercatat telah melakukan transaksi sebesar 60.00 Litre—menghabiskan batas maksimal kuota harian hingga status sisa kuota menunjukkan angka 0.00 L (Rp 0). Padahal, pemilik kendaraan menegaskan sama sekali belum melakukan pengisian pada hari dan jam tersebut di SPBU bersangkutan.

Perlawanan Pemilik Barcode
Langkah hukum dan pengaduan resmi kini berada di ujung tanduk.Pemilik kendaraan yang merasa dirugikan menyatakan tidak akan tinggal diam atas dugaan penyalahgunaan data barcode miliknya oleh oknum tak bertanggung jawab yang kerap dijuluki “Setan Solar Subsidi”.

“Ini jelas kejahatan sistemik. Barcode ada di tangan saya, mobil ada bersama saya, tetapi di sistem transaksi tercatat kuota saya habis 60 liter di SPBU Belinyu pada jam 10 pagi. Siapa yang memakai barcode saya? Siapa yang bermain di balik layar?” tegas pemilik kendaraan dengan nada geram saat dikonfirmasi, (5/8/2026).

Ia menambahkan, praktik main mata antara oknum spekulan BBM (pengerat solar) dan oknum operator SPBU ditenggarai menjadi dalang di balik jebolnya kuota digital tersebut. Menurutnya, manipulasi data transaksi tanpa kehadiran fisik kendaraan merupakan bentuk tindak pidana kecurangan yang merampas hak masyarakat kecil dan merugikan keuangan negara.

“Persoalan ini tidak boleh dibiarkan menguap begitu saja. Kami akan membawa bukti digital ini dan mengadukannya secara resmi ke Satgas BBM, Pertamina Patra Niaga, hingga ke meja Kapolda Bangka Belitung agar ditindak tegas sampai ke akar-akarnya,” ujarnya menekankan.

Korban juga menegaskan bahwa mereka meminta pertanggungjawaban penuh dari pihak manajemen SPBU 24.332.132 serta mendesak Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel untuk membongkar rekaman CCTV dan log sistem di SPBU tersebut guna melacak ke mana aliran 60 liter solar subsidi itu bermuara.

Modus “Setan Solar” dan Celah Sistem Digital
Fenomena “hilangnya” kuota solar subsidi melalui skema barcode ganda atau duplikasi kode QR bukanlah isu baru di Negeri Serumpun Sebalai. Modus ini diduga kuat melibatkan oknum internal SPBU yang menyimpan atau menggandakan nomor registrasi kendaraan konsumen untuk digunakan oleh para pengerat solar demi mengeruk keuntungan pribadi di tengah ketatnya pasokan BBM subsidi.

Sistem Subsidi tepat MyPertamina yang digadang-gadang sebagai benteng pertahanan terakhir untuk menyalurkan BBM tepat sasaran, kini justru diuji oleh celah kecurangan oknum di lapangan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola SPBU 24.332.132 Belinyu maupun Area Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel belum memberikan keterangan resmi terkait jebolnya kuota transaksi pada plat nomor BN 8887 PQ tersebut.

Sementara itu, dorongan agar Polda Bangka Belitung turun tangan melakukan Sapu Bersih (Saber) terhadap mafia dan “setan solar” di wilayah Hukum Bangka Indah kian meluas, seiring maraknya keluhan masyarakat yang kehilangan hak atas bahan bakar bersubsidi.(***)

Foto penulis
Tanggal penerbitan:
Pengarang: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top